Al-Azhar Memanggil Cita-citaku
perpisahan
Sebuah kata yang mengandung makna kesedihan
Merenggut nyawa
Selalu ada kecewa
Selalu ada air mata
Dan pasti ada hati yang terluka
Perpisahan memang menyakitkan
Saat kita terlalu larut akan kesedihan
Namun, dari perpisahan itulah kita belajar arti sebuah kehilangan
Dan belajar untuk menghargai apa yang telah kita miliki.
Selama 6 tahun kita menyelami telaga ilmu di pesantren ini.
Mengukir pendidikan untuk masa depan yang gemilang
Segala diraih hingga indah diperaduan prestasi
Tertanam di dalam hati sanubari dan terkenang di memori
Kawan, masih kah engkau mengingat saat tangisan kita di pelukan guru-guru hebat. Kala tangan halus, mulus, mungil itu dilepaskan ayah dan ibu. Untuk dititipkan dalam waktu yang lama di Al-Azhar ini.
Air mata orangtua kita itu sembunyi dibalik kerinduan. Seperti tangisan kita dimalam pertama masuk pesantren. Mereka tidak enak makan. Tidak nyenyak tidur. Terbayang dengan sang buah hati di asrama. Apakah anakku sudah makan. Apakah anakku pandai berteman. Apakah pakaian anakku lebih baik dari orang-orang baru.
Al-Azhar engkaulah tempat berteduh kami dari heningnya kebodohan
Tempat menempa diri dengan senjata ujung tinta pena yang menjadi saksi
Dinding-dinding ruang belajar menghiasi kata-kata motivasi setiap hari
Menjadi cerita tersendiri tersimpan dalam peti berisi prestasi
Al-Azharku tercinta. Engkau telah mewujudkan cita-citaku.
Teman simpan baik-baik kenangan ini dalam sejarah hidupmu
Teruskan perjuangan untuk bangsa, negara, dan agama demi Indonesia tercinta
Jangan sampai terhenti melihat dalamnya jurang perjuangan
Terus lewati hingga mampu menyebrangi tanpa kata lelah
Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak dari tempat peraduan ilmu
Tidak ada alasan jiwa untuk saling melupakan kenangan
Kebersamaan akan terus terajut dalam naungan persaudaraan
Erat tidak akan terlepas sampai meraih bersama kesuksesan
Teman jadikan perpisahan ini bukan untuk mengakhiri sebuah pertemuan
Jangan kau jadikan alasan untuk saling mengsombongkan
Tapi jadikan sebuah perpisahan termanis ini adalah
Momen besar untuk saling bertemu dan menggenggam keberhasilan bersama
Selamat berpisah teman..
Sambutlah kembali kedua tangan ayah dan ibumu, yang selama ini tangan halus telah kasar. Ciumlah kening mereka. Lepaskan rindumu dalam pelukannya. Minta maaflah dan berterima kasih. Atas jasa yang ia korbankan untukmu. Hingga hari ini ia melihatmu. anaknya yang dahulunya lucu menggemaskan. Kini telah Tumbuh dewasa bermahkota sorban dan hijab panjang.
Selamat dan sukses kawan.
Kehadiranmu aku tunggu di puncak kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar