TUHAN. sebentar lagi ujian, tepatnya tanggal 28 ini, pembayaran paling lambat tanggal 25, begitu juga dengan biaya ospek. segala perlegkapan dan peralatan belum ada yang kussediakan, inilah yang membuatku tambah ragu menjalani tantangan yang engkau berikan. hati ini ditutupi oleh tabir kegelisahan, gelap tak nampak jalan, apa yang harus kulakukan, batinku bertanya selalu dengan keputusan hatiku. apakah aku melanjutkan untuk kuliah atau berhenti karena jera akibat biaya. pendidikanku selalu terhambat oleh uang. Tuhan, apakah menmang tanpa uang aku tak berpendidikan tinggi, apakah aku dikalahkan uang, padahal pendidikan itu lebih mahal, begitu murahkah pendidikan yang kumiliki hanya karena uang aku berhenti menuntut ilmu.
TUHAN... tawaran untuk mengajar anak-anak desa yang tak mampu sekolah masih berharap dengan ilmuku, tapi aku masih haus ilmu, sedangkan mereka belum jelas juga apa minat dengan ilmu yang kumiliki, kesabaranku kini telah menipis, yang ada hanya egois, aku selalu sinis dengan apa yangkuperbuat. masa depanku tak pernah menunjukkan sebuah tanda-tanda. namun yang kulihat hanya memiliki cita-cita yang elastis, dimana kegagalanku tuhan. apakah aku terus gagal menjadi orang, apakah hiduku terus permulaan.
TUHAN... kuliah adalah do'a dan pilihanku, juga harapanku, tapi kata mereka kuliahku kurang menantang, orang-orangtak tertarik dengan kampusku, ini membuatku bingung dan lemas, tak semangat dengan kegiatan apa saja didalamnya, namun kenapa setiap aku berjumpa dengan teman sejabat seperjuangan betah, setelah keluardari sana aku ingin pergi jauh, cuman aku terus meronta ingin keluar dari sana, sebab harapan jadi orang berilmu sulit bagiku memahaminyakalau begini keadaannya.
TUHAN... engkaulah yang maha membolak-balikkan hatiku. aku hanya bisa berandai di dalam kamarku sambil melukis angan-angan itu kedalam kertas bekas, ingin menciptakan pendidikan gratis sepertiku, ingin mengangkat derajat orang-orang yang semangat belajar luar biasa. kenapa aku tak mampu membiayai diriku sendiri dengan ilmu yang kumiliki. padahal dengan kerja keras aku mampu menggaji banyak dosen yang tidak aktif mengajar. mereka hanya minta absen saja. lalu aku menghabiskan waktu kosong bersama teman-teman yang kecewa. betapa sia-sianya hidupku tak bermanfaat bagi orang banyak.
TUHAN... kumohon ajari aku memilih jalan hidupku, kenapa dengan gaji besar aku menolaknya, padahal keluargaku membutuhkan. buat apalagi aku kuliah yang meminta uang di atas gajiku perbulannya, rela kutak makan seharian, menahan diri. laparkan perut adalah solusiku untuk mengingatmu tuhan. jadi aku sangat berharap atas petunjukmu bagaimanakah jalan hidupku sebenarnyaa. kehilangan arah tanpa tujuan yang pasti. inilah hidupku yang sekarang. daam keadaan bingung dan kecewa pada diriku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar