Kisah ini menceritakan tentang gambaran kehidupan zaman
sekarang, semoga kita mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya :
HATI SEORANG IBU
Lama
tak berjumpa dengan sang anak yang jauh di ibu kota.
Menambah
sepi hati seorang ibu yang kini sendiri
Barusaja
ia tersenyum saat melihat anaknya jadi sarjana
Kini ia
harus rela melepas anaknya jauh pergi
Berlomba
mengejar dollar ke ibukota
Seorang
ibu harus rela kehilangan buah hati
Semua
ini karena harapan dan cita-cita
Demi
kebahagiaan anak, apapun ia perjuangkan
Merasakan
rindu berat yang tak kunjung datang.
Hanya
sebuah foto kiriman lama ia simpan
Foto
itu menggambarkan anakknya telah sukses dirantau orang
Kerinduan
seorang ibu rela menebus hutan beton
Bukan
mengejar harta dan takhta anaknya
Melainkan,
Demi mendekap dan mencium anaknya
Paling
tidak menatap wajahnya saja
Inilah
Hati seorang ibu
(Puisi:
karya mahdian tamin rangkuti)
Ibu : kamu… akan terlambat nak !!!
Anak : gak,,,gak bu…”ibu nanti kalu saya terlambat
jemput ibu, berikan saja kertas ini pada siapa saja, ia pasti mengantarkan ibu.
Sejauhku melangkah.
Bola mata tua itu tak berkedip melihat punggungku sampai menghilang dengan
senyuman rindu.
Ibuku sangat bangga
melihat penampilanku yang serba mewah, ia melihat berkah Do’anya , tapi aku
enggan mengasuhnya setelah melihatnya tua renta.
Dari pagi sampai siang
hingga sore menjelang malam, ibuku tetap menunggu , berharap aku datang.
Lapar, haus dan dahaga
ia tahankan di bawah terik mentari yang menyengat kulit keriputnya, namun aku
tetap belum datang.
A : bu… Ibu
Ibu : ia nak (kaget, menyangka anaknya)
A : ma’af bu, dari tadi saya melihat ibu
disini, apa ibu punya masalah?
Ibu : gak nak, ibu lagi menunggu anak ibu
A : apa ibu tidak membutuhkan sesuatu ?
Ibu : tidak, trimakasih atas kebaikanmu nak, tapi
bolehkah saya minta air minumnya sedikit. Saya sangat kehasuan sepanjang hari
disini.
A : kapan anak ibu datang?
Ibu : aku disuruh menunggu disini sampai dia
selesai bekerja, lalu dia akan membawaku kerumahnya. Baru pertama kali ini aku
datang ke kota. Coba lihat foto rumah anak ibu, mewah kan?
A : benar bu’, ibu gk takut datang
sendirian ke kota.
Ibu : al-hamdulillah, di kota orang-orangnya baik-baik
nak,
A : oh ya… ngomong-ngomong kalau ibu
punya nomor anak ibu saya bantu telponkan dia untuk ibu
Ibu : benar. Tapi, mungkin dia ssedang sibuk,
saya gak enak kalau sampai mengganggunya
A : berikanlah padaku bu, siapa tau
disitu ada nomor teleponnya, atau ibu tak bertemu dengannya.
Ibu
: baik, tapi kalu anakku datang menjemputku
kau harus ikut kerumahnya kita makan bersama disana ya. tadi ia berikan ini
pada ibu.
A : (melihat membaca tulisan itu) :
“TOLONG PADA
SIAPAPUN YANG MENEMUKAN WANITA TUA INI BAWA DIA KE PANTI JOMPO TERDEKAT”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar