Jumat, 18 November 2016

kisah HATI SEORANG IBU dan puisi KARYA MAHDIAN

Kisah ini menceritakan tentang gambaran kehidupan zaman sekarang, semoga kita mengambil hikmah dan pelajaran didalamnya :
HATI SEORANG IBU
Lama tak berjumpa dengan sang anak yang jauh di ibu kota.
Menambah sepi hati seorang ibu yang kini sendiri
Barusaja ia tersenyum saat melihat anaknya jadi sarjana
Kini ia harus rela melepas anaknya jauh  pergi
Berlomba mengejar dollar ke ibukota
Seorang ibu harus rela kehilangan buah hati
Semua ini karena harapan dan cita-cita
Demi kebahagiaan anak, apapun ia perjuangkan
Merasakan rindu berat yang tak kunjung datang.
Hanya sebuah foto kiriman lama ia simpan
Foto itu menggambarkan anakknya telah sukses dirantau orang
Kerinduan seorang ibu rela menebus hutan beton
Bukan mengejar harta dan takhta anaknya
Melainkan, Demi mendekap dan mencium anaknya
Paling tidak menatap wajahnya saja
Inilah Hati seorang ibu
(Puisi: karya mahdian tamin rangkuti)
Ibu      : kamu… akan terlambat nak !!!
Anak   : gak,,,gak bu…”ibu nanti kalu saya terlambat jemput ibu, berikan saja kertas ini pada siapa saja, ia pasti mengantarkan ibu.
Sejauhku melangkah. Bola mata tua itu tak berkedip melihat punggungku sampai menghilang dengan senyuman rindu.
Ibuku sangat bangga melihat penampilanku yang serba mewah, ia melihat berkah Do’anya , tapi aku enggan mengasuhnya setelah melihatnya tua renta.
Dari pagi sampai siang hingga sore menjelang malam, ibuku tetap menunggu , berharap aku datang.
Lapar, haus dan dahaga ia tahankan di bawah terik mentari yang menyengat kulit keriputnya, namun aku tetap belum datang.
A         : bu… Ibu
Ibu      : ia nak (kaget, menyangka anaknya)
A         : ma’af bu, dari tadi saya melihat ibu disini, apa ibu punya masalah?
Ibu      : gak nak, ibu lagi menunggu anak ibu
A         : apa ibu tidak membutuhkan sesuatu ?
Ibu      : tidak, trimakasih atas kebaikanmu nak, tapi bolehkah saya minta air minumnya sedikit. Saya sangat kehasuan sepanjang hari disini.
A         : kapan anak ibu datang?
Ibu      : aku disuruh menunggu disini sampai dia selesai bekerja, lalu dia akan membawaku kerumahnya. Baru pertama kali ini aku datang ke kota. Coba lihat foto rumah anak ibu, mewah kan?
A         : benar bu’, ibu gk takut datang sendirian ke kota.
Ibu      : al-hamdulillah, di kota orang-orangnya baik-baik nak,
A         : oh ya… ngomong-ngomong kalau ibu punya nomor anak ibu saya bantu telponkan dia untuk ibu
Ibu      : benar. Tapi, mungkin dia ssedang sibuk, saya gak enak kalau sampai mengganggunya
A         : berikanlah padaku bu, siapa tau disitu ada nomor teleponnya, atau ibu tak bertemu dengannya.
Ibu      : baik, tapi kalu anakku datang menjemputku kau harus ikut kerumahnya kita makan bersama disana ya. tadi ia berikan ini pada ibu.
A         : (melihat membaca tulisan itu) :


“TOLONG PADA SIAPAPUN YANG MENEMUKAN WANITA TUA INI BAWA DIA KE PANTI JOMPO TERDEKAT”

Tidak ada komentar: