Senin, 28 November 2022

DRAMA - AKU TAK SANGGUP JADI ANAK YATIM

YATAMA : AKU TAK SANGGUP JADI ANAK YATIM

Oleh : Mahdian Tamin Rangkuti



(Musik Suara Malam Hari)

Keluarga Babul Ilmi tidur pakai selimut dan bantal di atas panggung, sesekali tubuh mereka berbolak-balik ada juga karena digigit nyamuk.

 

(Suara Tarahim dari Masjid)

Ibu (DEA) kostum sarung batik, rambut disanggul pakai songkok. Mendengar tarahim di bagian “ya rosulalloh” ia bangun lalu berdo’a dan betulkan rambut/songkok/jilbab kemudian mengambil lampu teplok hidupkan pakai loting. Suami dibangunkan dan anak-anak . Menunjukkan subuh sudah tiba. Selanjutnya Ibu mengembangkan sajadah buat keluarganya.

 

Ayah (ANDI) bangun sudah mendengar suara azan, lalu berdo’a berangkat wudu’  kemudian ayah mengambil peci perbaiki kancing baju dan sarung lalu berdiri  jadi imam, seraya memperbaiki shapp.

 

Anak laki-laki (RIKO) ia bangun juga menuju tempat wudu’ sambil bawa bantal dan selimut begitupun adik perempuannya (INDI) bangun dengan malas, jalan lunglai harus di bantu ibu ke kamar mandi.

 

(Musik Azan)

Mereka pun solat subuh berjamaah “  gerakannya saja diiringin suara azan sampai habis” berdo’a dan salam-salaman. Lalu mereka bersihkan tempat solat seperti melipat sajadah, sarung, dan peci.

 

 (Musik Instrumen Suasana Desa )

Andi (ayah)  menyiapkan meja makan, riko (anak) bawa teko dan gelas, indi (Anak) persiapkan piring ke meja  dea (ibu) bawa nasi lalu sama-sama melingkari meja. Baca do’a. Dea membagi piring pakai nasi, lauk pauk diberikan kepada ayah duluan baru ke riko kemudian indi.

 

Pada saat makan anak-anak lahap beberapakali tambah. Indi minum ppertanda mau siap kesekolah disusul riko sudah kenyang. Mereka berdua suah nenteng tas masing-masing siap berangkat sekolah di salam orangtuanya juga dapatan elusan ibu di kepala anak.

 

Si ayah pun mulai berangkat kerja sawit hari ini ada muatan beberapa kebun. Istri ambil tojok menyerahkannya pada suami tinggallah istri membereskan rumah dengan bagus

 

(Musik Lagu anak-anak)

Anak-anak mulai melangkah pelan keatas panggung formasi baris di belakang lalu indi dan riko datang lari dan kekiking bahagia,  kemudian suit dengan cara mennatang per grouf , sampai lagunya pada “ jambatan tapanuli “ mereka keliling sampai yang tertangkap orang terakhir, yang di tangkap mikir kiri-kanan, yang perempuan sama indi dan laki sama riko, kemudian mereka takir tangan/tambang lalu yang lempar laki-laki perempuan menertawai sambil jempol kebawah, ada yang tepuk tangan, main lompat badan. Main gambaran main tali, kejaran. Toko lonceng keluar paggung.

 

(Musik Pantomim)

Dea (ibu) main hape sibuk selfie2 dan pesan online disambung andi masuk bawa tojok sawit, musik komedi, harus sesuai langkah kaku andi, beberapa sawit ia muat ke mobil, tojok satu dua masih normal ke atas, dan tojokan terakhir berat,  lalu ditimpa sawit , jatuh dan Meninggal.

 

 

(Musik sedih/duka cita)

Alim ulama (Galang dan angga) masuk panggung mengurus jenazah kemudian keluarga Al-marhum datang menangis histeris disusul kamu bapak-ibu wirid yasinan di sekitar mayat. Lalu dea dan indi (ibu dan putrinya) diangkat oleh handai dan tolan kemudian riko (anak laki) diberdirikan untuk menyolatka ayahnya. Lalu dibawa keluar panggung.

 

(instrumen puisi sedih “AYAH”)

Keluarga yang ditinggalkan masih berduka dan mengingat segala tentangg ayah, Ibu memandangi foto keluarga dan kedua anak datang kepangkuan ibunya dan si ibu mengelus dan memeluk anak-anaknya. Lalu kedua anaknya membacakan puisi buat ayah mereka dengan haru dan rindu.

 

SELESAI

Tidak ada komentar: