YATAMA : AKU TAK SANGGUP JADI ANAK YATIM
Oleh : Mahdian Tamin Rangkuti
(Musik Suara Malam Hari)
Keluarga Babul Ilmi tidur pakai selimut dan bantal di atas panggung,
sesekali tubuh mereka berbolak-balik ada juga karena digigit nyamuk.
(Suara Tarahim dari Masjid)
Ibu (DEA) kostum sarung batik, rambut disanggul pakai songkok. Mendengar
tarahim di bagian “ya rosulalloh” ia bangun lalu berdo’a dan betulkan
rambut/songkok/jilbab kemudian mengambil lampu teplok hidupkan pakai loting.
Suami dibangunkan dan anak-anak . Menunjukkan subuh sudah tiba. Selanjutnya Ibu
mengembangkan sajadah buat keluarganya.
Ayah (ANDI) bangun sudah mendengar suara azan, lalu berdo’a berangkat
wudu’ kemudian ayah mengambil peci perbaiki
kancing baju dan sarung lalu berdiri jadi imam, seraya memperbaiki shapp.
Anak laki-laki (RIKO) ia bangun juga menuju tempat wudu’ sambil bawa bantal
dan selimut begitupun adik perempuannya (INDI) bangun dengan malas, jalan
lunglai harus di bantu ibu ke kamar mandi.
(Musik Azan)
Mereka pun solat subuh berjamaah “
gerakannya saja diiringin suara azan sampai habis” berdo’a dan
salam-salaman. Lalu mereka bersihkan tempat solat seperti melipat sajadah,
sarung, dan peci.
(Musik Instrumen Suasana Desa )
Andi (ayah) menyiapkan meja makan,
riko (anak) bawa teko dan gelas, indi (Anak) persiapkan piring ke meja dea (ibu) bawa nasi lalu sama-sama melingkari
meja. Baca do’a. Dea membagi piring pakai nasi, lauk pauk diberikan kepada ayah
duluan baru ke riko kemudian indi.
Pada saat makan anak-anak lahap beberapakali tambah. Indi minum ppertanda
mau siap kesekolah disusul riko sudah kenyang. Mereka berdua suah nenteng tas
masing-masing siap berangkat sekolah di salam orangtuanya juga dapatan elusan
ibu di kepala anak.
Si ayah pun mulai berangkat kerja sawit hari ini ada muatan beberapa kebun.
Istri ambil tojok menyerahkannya pada suami tinggallah istri membereskan rumah
dengan bagus
(Musik Lagu anak-anak)
Anak-anak mulai melangkah pelan keatas panggung formasi baris di belakang
lalu indi dan riko datang lari dan kekiking bahagia, kemudian suit dengan cara mennatang per grouf
, sampai lagunya pada “ jambatan tapanuli “ mereka keliling sampai yang
tertangkap orang terakhir, yang di tangkap mikir kiri-kanan, yang perempuan
sama indi dan laki sama riko, kemudian mereka takir tangan/tambang lalu yang
lempar laki-laki perempuan menertawai sambil jempol kebawah, ada yang tepuk
tangan, main lompat badan. Main gambaran main tali, kejaran. Toko lonceng
keluar paggung.
(Musik Pantomim)
Dea (ibu) main hape sibuk selfie2 dan pesan online disambung andi masuk
bawa tojok sawit, musik komedi, harus sesuai langkah kaku andi, beberapa sawit
ia muat ke mobil, tojok satu dua masih normal ke atas, dan tojokan terakhir
berat, lalu ditimpa sawit , jatuh dan
Meninggal.
(Musik sedih/duka cita)
Alim ulama (Galang dan angga) masuk panggung mengurus jenazah kemudian
keluarga Al-marhum datang menangis histeris disusul kamu bapak-ibu wirid
yasinan di sekitar mayat. Lalu dea dan indi (ibu dan putrinya) diangkat oleh handai
dan tolan kemudian riko (anak laki) diberdirikan untuk menyolatka ayahnya. Lalu
dibawa keluar panggung.
(instrumen puisi sedih “AYAH”)
Keluarga yang ditinggalkan masih berduka dan mengingat segala tentangg
ayah, Ibu memandangi foto keluarga dan kedua anak datang kepangkuan ibunya dan
si ibu mengelus dan memeluk anak-anaknya. Lalu kedua anaknya membacakan puisi
buat ayah mereka dengan haru dan rindu.
SELESAI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar