Suatu hari Imam Ali melihat
Sayyidah Fatimah kepayahan menumbuk gandum, mengerjakan pekerjaan rumahnya
sambil memomong Imam Hasan dan Imam Husain yang masih kecil. Imam Ali melihat
tangannya luka-luka karena pekerjaan yang begitu berat. Beliau selanjutnya
mengusulkan untuk memohon bantuan Rasulullah dengan meminjamkan tawanan/sahaya
untuk membantu Fatimah.
Fatimah
malu untuk melakukan itu dan akhirnya Imam Ali menyampaikannya sendiri. Namun
Rasulullah yang terharu dengan penderitaan putri tercintanya tak dapat
mengabulkan permohonan Sayyidah Fatimah. Imam Ali pulang dengan tangan hampa.
Malam hari menjelang tidur
Baginda Rasul SAW menyambangi rumah Ahlul Bayt ini dan bersabda kepada Fatimah.
“Hai Fatimah, inginkah engkau kuberi sesuatu yang jauh lebih baik daripada apa
yang engkau minta hari ini?”
Tentu saja Sayyidatun
Nisa I’ll ‘Alamin ini mengiyakan. Rasul selanjutnya bersabda,
“yaitu engkau membaca‘Allahu Akbar‘ 34x, ‘Alhamdulillah‘
33x dan ‘Subhanallah‘
33x, sebelum tidur dan sesudah salat.”
Wirid
di atas selanjutnya disebut ‘Tasbih Az-Zahra‘.
Pada
waktu Rasulullah wafat, Siti Fatimah (as) merasakan kehilangan yang luar biasa.
Setiap hari beliau mengunjungi makam ayahnya, sang ‘Kekasih Allah’ itu,
biasanya sambil memeluk dan menggenggam kubur Baginda Rasul.
Suatu
saat beliau mengambil tanah dari kubur tersebut dan membuat butiran-butiran
tanah yang selanjutnya digunakan sebagai alat untuk menghitung Tasbih Az-Zahra
di atas. Inilah asal muasalnya tasbih yang kita kenal sekarang. Tasbih
mengunakan butiran-butiran itu sunnah Keluarga (Ahlul Bait) Rasulullah
SAW.
Facebook : Mahdian Tamin Rangkuti WhatShapp : 081362670771
Tidak ada komentar:
Posting Komentar